14/04/2021
6 Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

6 Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

6 Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

6 Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

Berkebun atau bercocok tanam sebetulnya jadi keliru satu hobi favorit sepanjang pandemi Covid-19. Selain mempercantik lingkungan rumah, melindungi tanaman hias termasuk mampu jadi refleksi yang menghadirkan kesenangan.
Bandar Taruhan
Sayangnya, berkebun bukanlah aktivitas yang tidak miliki tantangan. Ada banyak “musuh” yang mampu mencuri kesenangan bahkan bikin rugi sebab harga tanaman sekarang termasuk enggak murah.

Lantas, apa saja tantangannya? Melansir Smartmoney, yuk review cerita dari pendiri sekaligus pemilik Ray Garden, Fany Irawan Putri didalam program Belanja Bareng #BanggaLokal.

1. Pengetahuan Tentang Penyakit

Tidak banyak orang paham tentang penyakit tanaman. Pada pada akhirnya perihal ini jadi tantangan tersendiri. Kamu mampu meningkatkan ilmu dari internet, komunitas, kerabat, atau ikuti webinar-webinar tentang tanaman.

Umumnya, penyakit tanaman disebabkan oleh jamur yang ditandai dengan timbulnya bercak-bercak terhadap daun. Namun ada termasuk yang diakibatkan oleh bakteri yang mengakibatkan dahan atau tanaman jadi layu.

2. Jarak Tanaman

Jarak yang rapat dengan tanaman lainnya ternyata kurang baik. Apalagi andaikan tanamannya berjenis sama, maka penularannya jadi lebih cepat. Menjaga jarak tanaman jadi tantangan sulit, terlebih kala lahan yang kami miliki tidak sangat luas. Kecuali kamu rajin merawatnya.

3. Penyakit dari Manusia

Sebab meski jaraknya telah jauh pun penyakit tanaman senantiasa mampu bergeser dari tangan manusia. Jika seseorang memegang tanaman yang sakit, kemudian dia memegang tanaman lain yang sehat, maka penyakitnya bakal berpindah.

4. Obat Tidak Menyembuhkan

Tantangan berikutnya, proses pengobatan ternyata tidak bakal seratus persen menghilangkan penyakit. Pengobatan hanya untuk menghimpit laju berkembang biak dari jamur atau bakteri. Namun, tidak sampai membunuh atau menghilangkan bakteri tersebut. Nah, musim hujan adalah waktunya bakteri berkembang biak.

5. Konsisten didalam Perawatan

Hari ini intens melindungi namun besoknya enggak? Ya serupa saja bohong. Mereka ini kan makhluk hidup juga. Perhatikan sanitasi dari tanaman hias. Jika ada daun yang telah mati, sebaiknya segera dipotong dan dibuang.

Perhatikan termasuk fasilitas tanamnya. Apabila telah menjadi tumbuh rumput liar, membersihkan sehingga tidak menularkan bakteri.

6. Serangga

Ada banyak hama dan serangga yang sering menyerang tanaman. Misalnya belalang, kutu-kutuan, tungau, ulat, bekicot, dan lain-lain.

Belalang dan ulat kebanyakan menyerang daun-daunan, sedangkan kutu menyerang pucuk bunga dan daun. Lalu bekicot menyerang bagian akar tanaman dan daun.

Salah satu langkah melawan serangga adalah mengfungsikan insektisida atau racun serangga. Kamu mampu mengfungsikan produk insektisida sistemik atau insektisida kontak yang aman.

Insektisida sistemik digunakan dengan langkah menaburkan racun ke area akar tanaman. Nantinya racun bakal disalurkan ke semua jaringan tanaman. Sedangkan untuk ulat kebanyakan mengfungsikan insektisida kontak yang disemprotkan segera ke tanamannya. Oya, jangan lupa, memberikan pupuk untuk menyeimbangkan zat yang diterima tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *