08/05/2021
Alasan Psikologis Orang Suka Sinetron seperti Ikatan Cinta

Alasan Psikologis Orang Suka Sinetron seperti Ikatan Cinta

Alasan Psikologis Orang Suka Sinetron seperti Ikatan Cinta

Sinetron Ikatan Cinta kini tengah digandrungi dan jadi bahan pembicaraan banyak orang. Sinetron kejar tayang ini memicu pirsawan turut merasakan emosi lewat rangkaian cerita dan pembawaan yang disuguhkan.
Mengulik dari sisi psikologis, terdapat sejumlah alasan yang memicu seseorang senang dan kecanduan nonton sinetron.

Psikolog klinis Veronica Adesla memaparkan bahwa sinetron, serial drama Korea, atau film adalah salah satu sarana hiburan. Seseorang saksikan film sehingga sanggup beroleh rasa senang dan terhibur di sementara luang.

“Menonton drama atau sinetron itu tujuannya isi sementara luang. Diharapkan dari kegiatan itu seseorang sanggup melakukan perbaikan kondisi hatinya,” kata Veronica kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/1).

Perasaan terhibur itu sanggup didapatkan lewat konten atau cerita yang terdapat di sinetron tersebut. Seseorang sanggup merasakan emosi dari tiap-tiap episode yang ditayangkan lewat akting para pemainnya, pengambilan gambar, dan terhitung dampak kamera dan juga suara.

Selain itu, sinetron terhitung menopang seseorang untuk meluapkan emosinya. Misalnya, saksikan sinetron sanggup memicu seseorang terasa senang lewat adegan yang romantis, meluapkan rasa marah lewat adegan yang kejam, dan meluapkan rasa sedih sementara menangis karena adegan yang menyentuh.

“Kenapa sinetron memicu kecanduan, karena jalur ceritanya memicu pirsawan turut sanggup merasakan emosi pemainnya. Alurnya terhitung naik turun dan di akhir episode dipotong sehingga orang menanti-nanti apa kelanjutannya,” ungkap Veronica yang praktik di Ohana Space ini.

Selain itu, Veronica menyebut seseorang sanggup menyukai sebuah sinetron karena mereka terasa dekat atau terkait dengan karakter, adegan, atau rangkaian cerita yang ditampilkan.

“Bisa jadi karena relate dengan kehidupan sehari-hari. Bisa terhitung karena sinetron menumbuhkan harapan sehingga nantinya berakhir dengan baik, kendati di kehidupan nyata tidak begitu,” ucap Veronica.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *