14/04/2021
Andi Lutiarso Olah Styrofoam Menjadi Hiasan Aquascape

Andi Lutiarso Olah Styrofoam Menjadi Hiasan Aquascape

Andi Lutiarso Olah Styrofoam Menjadi Hiasan Aquascape

Andi Lutiarso Olah Styrofoam Menjadi Hiasan Aquascape

Styrofoam dikenal sebagai bahan yang sukar diurai. Di tangan Andy Lutiarso, bahan selanjutnya diolah jadi bonsai. Fungsinya pun beragam. Mulai untuk hiasan tempat tinggal sampai dibuat aquascape.
Pasang Bola
HAL selanjutnya berawal dari banyaknya limbah styrofoam di lingkungannya. Andy kemudian melakukan eksperimen. Bahan selanjutnya digadang untuk mengambil alih kertas karton. Sebab, awalannya warga Karangrejo Sawah, Wonokromo, Surabaya, itu memicu bonsai dari kertas karton.

Karena dari kertas, bonsai selanjutnya tidak dapat dipakai jadi hiasan aquascape. Dari persoalan itu, dia mencari solusi. Dia pun coba untuk pakai sampah styrofoam di jalanan. ”Dari situ, kita cobalah buat dan hasilnya tambah bagus,” ucapnya.

Pembuatannya terlalu simpel. Hanya dengan cutter dan lem tembak. Andy memicu desain bonsai. Agar terkesan natural, dia pakai batu lava rock dan sand stone di bawahnya. ”Hal selanjutnya dilakukan sehingga pohon bonsai dapat tenggelam waktu dimasukkan ke akuarium,” paparnya.

Jika proses desain bonsai selesai dan telah terbentuk, cara berikutnya adalah memberi tambahan tambahan daun. Pria 51 tahun itu pakai daun plastik. Selanjutnya, baru ke step perlindungan warna. Bonsai bakal diwarnai dengan cat khusus. Begitu termasuk bagian bawah batunya. ”Yang penting, ada bahan bakunya, styrofoam,” kata Andy.

Setelah proses selesai dan bonsai jadi, baru dilakukan pengeringan. Menurut dia, bahan styrofoam itu justru diminati banyak orang. Khususnya pencinta aquascape. ”Sebab, perawatannya mudah dan tidak butuh bujet besar. Beda dengan aquascape yang full sepenuhnya dari tanaman,” terangnya.

Ada dua ukuran aquascape yang dibuat Andy. Yakni, ukuran 40 x 30 sentimeter dan 30 x 20 sentimeter. Harganya pun bervariatif, Rp 300 ribu–Rp 500 ribu. Sementara itu, harga bonsainya cuma berkisar Rp 20 ribu–Rp 100 ribu per pohon. ”Bergantung besar kecilnya pesanan,” ujarnya.

Untuk pembuatan aquascape, Andy mengombinasikan tanaman alami dengan imitasi. Tanaman asli pakai bambu air, aneka rumput laut, dan pasir malang. Termasuk batu lava rock dan sand stone.

Andy menyatakan, hal selanjutnya memicu harga aquascape buatannya jauh lebih murah daripada yang di pasaran. Meski begitu, sekilas sepenuhnya terlihat dari tanaman asli. Namun, perawatannya mudah. Konsumen Andy adalah mereka yang frustrasi miliki aquascape, namun tanamannya mati. ”Kalau yang murni tanaman asli, cost perawatannya mahal,” jelasnya.

Hingga kini, pemasaran tetap dilakukan dengan medsos dan marketplace digital. Pembelinya pun beragam. Dari luar Surabaya sampai Jawa Barat. Hanya, untuk aquascape, tetap dari Surabaya. Sebab, dia tidak berani menjamin risiko. ”Merangkainya dilakukan di tempat tinggal pembeli,” katanya.

Cara selanjutnya merawat kualitas aquascape untuk senantiasa cantik. ”Jika dipaketkan, khawatir rusak. Pengiriman luar tempat cuma untuk bonsai,” katanya. Dalam sebulan, dia meraup penghasilan Rp 2 juta–Rp 3 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *