14/04/2021
Kebun Nyempil Milik Fitri Diisi 83 Jenis Tanaman

Kebun Nyempil Milik Fitri Diisi 83 Jenis Tanaman

Kebun Nyempil Milik Fitri Diisi 83 Jenis Tanaman

Kebun Nyempil Milik Fitri Diisi 83 Jenis Tanaman

Balkon tempat tinggal Fitri Ridhaningatidi Tebet Timur, Jakarta, seluas kurang lebih 24 mtr. persegi. Paparan sinar matahari yang memadai menjadikannya spot paling ideal untuk meniti hobi berkebun di rumah.
Bandar Taruhan

IBUNDA Fitri gemar berkebun. Hasil kebunnya tersebut kebanyakan dimasak dan dikonsumsi keluarga. Hobi itu alami penurunan ke Fitri dan diterapkannya kala miliki tempat tinggal di Jakarta sejak 2012. Namun, tumbuhan yang ditanamnya tidak cukup subur gara-gara tidak cukup terpapar sinar matahari.

Hingga suatu hari, keluarganya membawa dampak balkon di atas garasi. Awalnya balkon itu ditujukan untuk tempat duduk-duduk dan olahraga saja. ”Suatu pagi, waktu olahraga di balkon dan kena sinar matahari, tiba-tiba teringat kecuali pernah tidak sanggup berkebun gara-gara tidak cukup sinar matahari,” ungkap Fitri.

Tak cuma itu, permohonan Fitri berkebun terhitung dipicu alasan kesehatan. Dia miliki masalah di persendian dan kudu rutin konsumsi obat dan vitamin. Fitri coba pola makan bersama memperbanyak sayur dan buah agar kebutuhannya dapat dua bahan makanan itu pun makin tinggi.

Berkebun menjadi keliru satu solusi yang tak hanya irit terhitung ramah lingkungan. Dari situlah semangat Fitri untuk berkebun nampak kembali. ”Dengan berkebun kami terhitung menyadari dan yakin bagaimana proses sayur-sayuran sejak ditanam hingga kami konsumsi,” lanjutnya.

Fitri pernah coba mengkalkulasi berapa jenis tanaman yang telah dia tanam di balkonnya. Kurang lebih 83 jenis. Rata-rata sayuran dan buah yang memang untuk dikonsumsi, bukan tanaman hias. Pun jikalau tersedia bunga, Fitri tertentu menentukan tanaman refugia atau jenis pengalih hama. Atau tanaman bunga yang menarik para serangga penyerbuk. Supaya sayur dan sayur buah di balkon Fitri makin subur.

Jenis sayur yang ditanam antara lain yang sekali panen seperti sawi, kangkung, dan selada. Ada pula tanaman yang sanggup dipanen terus-menerus semacam kale, daun kelor, daun sambung nyawa, dan bayam brasil. Untuk sayur buah, dia menanam timun, labu, kecipir, tomat, terong, hingga cabai. Tak ketinggalan pula, Fitri turut meramaikan kebunnya bersama 13 jenis tanaman mint dan beragam herbal seperti rosemary, oregano, thyme, jintan, dill, kucai, dan lainnya.

Meski areanya tidak terlampau luas, Fitri mengupayakan membawa dampak kebun nyempilnya senyaman mungkin. Dia dan keluarga sering berkegiatan isi waktu luang di sana. ”Kebun memang menjadi wilayah untuk ngobrol pagi dan sore hari atau bahkan menjelang tidur. Prinsipnya, kebun kudu bersih dan rapi,” menyadari dia.

Keluarganya sediakan meja dan kursi dan juga ayunan untuk layanan bercengkerama. Kadang terhitung mengadakan acara enjoy seperti minum teh. Karena lokasinya yang berbatasan langsung bersama kamar anak dan kamar utama, Fitri mulai kebun itu menjadi tempat yang begitu dekat bersama mereka sehari-hari.

Fitri menyarankan bagi mereka yang idamkan menanam sayur dan sayur buah seperti dirinya, tersedia satu hal utama yang kudu diperhatikan. Yakni tercukupinya paparan sinar matahari. ”Luas kebun tidak menjadi halangan gara-gara kami sanggup menyesuaikan bersama kuantitas yang kami tanam,” ujarnya.

Pemilihan langkah berkebun, baik organik maupun hidroponik, terhitung terkait terhadap selera masing-masing. Jika mulai sayur buah memadai sulit, sanggup memulai berasal dari sayur tanpa buah dulu. Intinya, bagi Fitri, kami sanggup merasakan bahagianya memanen tanaman. ”Berkebun itu sebuah proses studi mengenali beragam sifat tanaman secara terus-menerus. Tidak tersedia istilah tangan dingin tangan panas, itu cuma sebuah mitos,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *