25/02/2021
Memelihara Ikan Molly, Murah tapi Menyenangkan

Memelihara Ikan Molly, Murah tapi Menyenangkan

Memelihara Ikan Molly, Murah tapi Menyenangkan

Memelihara Ikan Molly, Murah tapi Menyenangkan

Di sedang ramainya penghobi ikan hias, ada pasar ikan-ikan mungil yang tak dulu mati. Molly tidak benar satunya. Ikan air tawar asal Meksiko satu ini mempunyai tampilan menggemaskan bersama perut buncitnya yang khas.
Pasang Bola
GERAKANNYA yang lemah gemulai sama goyang Kizomba berasal dari Meksiko. Perawatan yang ringan dan harganya yang ramah di kantong sebabkan si mungil ini banyak digemari.

Ada banyak model molly. Mereka dibedakan berdasar warnanya. Kini, setidaknya ada 12 model yang udah berhasil dikembangkan. Mulai yang terkenal black molly, golden, black sailfin, dalmation, balon, silver sailfin, marble, lyretail, wild green sailfin, liberty, yucatan, sampai poecilia latipinna.

Namun, jenis-jenis molly akan konsisten makin tambah bersamaan kawin silang yang dilaksanakan para breeder. Jenis yang paling diminati kala ini adalah golden dan marble. Tentu, karena warnanya yang indah di pandang mata. ”Dua model ini yang paling disukai,’’ ujar pembudi kekuatan molly Pramuti Dhayu Rizkita.

Jenis molly termasuk bisa dibedakan berasal dari ukuran tubuhnya. Misalnya short body, tubuh panjang atau biasa disebut sailfin, dan ekor bercabang. Semua itu hasil persilangan bersama beragam model molly. ’’Bahkan, ada yang disilang bersama ikan platy, ikan model lain,” ujarnya.

Keindahan warna dipadu gerakan molly yang lucu memang jadi obat mujarab penghilang stres dan kebosanan. Apalagi jikalau di tempatkan bersama ikan-ikan mungil lainnya di di dalam aquascape yang ciamik. ”Badannya yang gemuk-gemuk itu lucu banget,” tutur perempuan 31 th. tersebut.

Kendati murah, ikan bernama Latin Poecilia spenos selanjutnya mempunyai pasar tersendiri. Bahkan, karena tidak mahal itulah penjualan molly selalu laris manis. Harganya sebelum saat pandemi Covid-19 memang cuma Rp 2 ribu-Rp 5 ribu per ekor. Tapi, pascapandemi, harganya udah naik berlipat-lipat. Mulai Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. ”Bisa lebih (mahal) berasal dari itu,” tuturnya.

Pemilik Larizki Ikan Hias itu kini mempunyai sedikitnya 500 ekor molly. Tapi, tidak seutuhnya dijual. Banyak molly langka yang mesti disimpan sebagai indukan. Misalnya, marble bermotif, molly tiga warna, short body, dan putih polos.

Bagi pemula, si molly ini layak dipertimbangkan untuk dipilih. Sebab, langkah merawatnya tidaklah sulit. Ikan ini cuma mesti pakan yang konsisten tersedia. Tidak sampai kehabisan di dalam kala memadai lama. Pakan yang paling baik itu cacing sutra. Namun, pelet termasuk doyan. ”Yang terpenting, kalau di akuarium pakannya tinggal sedikit, segera dikasih lagi,” ujarnya.

Memelihara molly termasuk tidak mesti di di dalam akuarium. Menggunakan toples dan baskom pun jadi. ’’Tidak neko-neko ikannya,” memahami perempuan yang tinggal di Pamulang tersebut.

Molly termasuk ringan dikembangbiakkan. Dia menuturkan, tingkat hidup anakan molly terlampau tinggi. Mencapai 80 persen. Apalagi, memang molly ringan untuk beranak pinak. ”Hanya saja, kalau membeli di pasaran, sulit untuk meraih molly jantan,” tuturnya.

Memang, di dalam tiap-tiap kelahiran, molly jantan terbilang jarang. Kebanyakan anak molly berjenis betina. Maka, kalau ada jantan, di-keep termasuk oleh pembudi dayanya. ”Kalau mau molly jantan, ya ke pembudi kekuatan langsung,” paparnya. Kendala lain yang termasuk mesti diwaspadai adalah pergantian cuaca yang ekstrem. Biasanya suasana itu sebabkan PH air beralih drastis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *