14/04/2021
Mengenal Fittonia, si Mungil Senang di Tempat Teduh dan Kelembapan Tinggi

Mengenal Fittonia, si Mungil Senang di Tempat Teduh dan Kelembapan Tinggi

Mengenal Fittonia, si Mungil Senang di Tempat Teduh dan Kelembapan Tinggi

Mengenal Fittonia, si Mungil Senang di Tempat Teduh dan Kelembapan Tinggi

Tak mesti sangsi memulai hobi berkebun. Buat pemula, fittonia mampu jadi pilihan tanaman hias pertama. Mungil, cantik, enteng dirawat. Dan, yang tak kalah penting: terjangkau!

DAUN-daun cantik dalam warna hijau, merah muda, dan kuning-hijau kelihatan menghiasi rak tanaman di rumah Dr Ir Fatimah Nursandi MSi di Junrejo, Batu. Pot-pot kecil berisi tunas, pot tunas berisi label yang merupakan subjek penelitian mahasiswanya, hingga pot sedang bersama dengan rumpun fittonia jadi tidak benar satu primadona baru di kebunnya.
Bandar Taruhan
”Belinya di awal-awal pandemi dikarenakan lucu. Harganya murah, satu pot rimbun nggak hingga 50 ribu,” ungkapnya.

Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang itu lalu coba memperbanyak melalui stek daun. Pucuk dipotong di atas ketiak daun, lalu ditancapkan di media tanam. ”Sekitar 3–4 minggu sudah siap jual. Ternyata banyak yang minat,” lanjut Fat, sapaan Fatimah Nursandi. Fittonia jadi ikon di Sadean Kembang, outlet daring yang dikelola dua anaknya, Afif Mahardhikasani dan Dinda Fajriyasani.

Fat menjelaskan, tanaman tropis asal Amerika Selatan itu mempunyai ciri khas urat daun yang mencolok. Contohnya, daun hijau gelap bersama dengan urat putih. Atau, urat daun merah muda. ”Makanya, tersedia yang menyebut nerve plant,” paparnya. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu menilai, perawatan fittonia tak rumit.

Di alam liar, tumbuhan evergreen tersebut tumbuh sebagai penutup tanah di bawah kanopi pohon. Dengan begitu, sementara dipelihara di rumah, fittonia mesti mendapat teduhan. Di kebunnya, Fat pakai atap fiber dilapis paranet untuk mengurangi paparan sinar matahari. ”Kalau kena panas, tanaman akan rebah. Tumbuhnya nggak sebagus kecuali bersama dengan teduhan,” lanjutnya.

Perempuan yang termasuk mengelola pendidikan dan pelatihan Mitra Anggrek Indonesia tersebut menceritakan, fittonia menyukai kelembaban tinggi. Penyiraman mesti dilakukan tiap hari. Karena itu, media tanamnya mesti mampu menyimpan air. Fat merekomendasikan penggunaan coco peat yang dikombinasikan bersama dengan tanah, humus, pupuk kandang, dan sekam.

”Kalau hanya tanah, sangat padat dan memicu perakarannya tidak cukup bagus. Kalau sekam, tidak mampu menyimpan air,” ungkap Fat. Pemberian pupuk termasuk mampu diberikan berkala supaya tanaman semakin subur. Ibu empat anak itu menilai, fittonia termasuk sangat bisa saja ”berubah”. Alias, mengalami mutasi.

Contohnya, tidak benar satu indukan fittonia merah muda miliknya. Daun di bagian bawah mempunyai gabungan hijau-merah muda. Namun, tunas yang baru tumbuh berwarna pink nyaris solid. Hanya bagian tepiannya yang tipis berwarna hijau. ”Biasanya, saya cobalah lagi. Tunas saya tanam, lalu dicermati lagi. Kalau stabil, bermakna anakannya kelak membawa karakter itu,” ungkap Fat.

AGAR FITTONIA TUMBUH SEHAT

Pemupukan mampu dilakukan tiap dua minggu sekali bersama dengan style pupuk standar. Takarannya, 1/8 sendok teh pupuk dilarutkan dalam 1 gelas air. Siram hingga larutan pupuk nampak dari dasar pot.
Untuk membentuk ”rumpun” fittonia yang tumbuh serasi, jangan lupa pemangkasan. Tunas yang dipangkas mampu ditanam lagi di pot baru atau sisi pot yang kosong.
Semaian tunas yang baru ditanam idealnya di letakkan di bawah teduhan ekstra. Misalnya, di bagian bawah rak tanaman. Setelah 2–3 minggu, barulah tanaman siap dipajang.
Untuk daerah yang condong kering seperti di bawah AC, bagian bawah pot fittonia mampu ditambah wadah berisi air supaya suasana tanah tetap lembap.
Bila daun fittonia nampak kekuningan, berarti media tanam sangat lembap supaya frekuensi menyiram mesti dikurangi.

Tak mesti sangsi memulai hobi berkebun. Buat pemula, fittonia mampu jadi pilihan tanaman hias pertama. Mungil, cantik, enteng dirawat. Dan, yang tak kalah penting: terjangkau!

DAUN-daun cantik dalam warna hijau, merah muda, dan kuning-hijau kelihatan menghiasi rak tanaman di rumah Dr Ir Fatimah Nursandi MSi di Junrejo, Batu. Pot-pot kecil berisi tunas, pot tunas berisi label yang merupakan subjek penelitian mahasiswanya, hingga pot sedang bersama dengan rumpun fittonia jadi tidak benar satu primadona baru di kebunnya.

”Belinya di awal-awal pandemi dikarenakan lucu. Harganya murah, satu pot rimbun nggak hingga 50 ribu,” ungkapnya.

Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang itu lalu coba memperbanyak melalui stek daun. Pucuk dipotong di atas ketiak daun, lalu ditancapkan di media tanam. ”Sekitar 3–4 minggu sudah siap jual. Ternyata banyak yang minat,” lanjut Fat, sapaan Fatimah Nursandi. Fittonia jadi ikon di Sadean Kembang, outlet daring yang dikelola dua anaknya, Afif Mahardhikasani dan Dinda Fajriyasani.

Fat menjelaskan, tanaman tropis asal Amerika Selatan itu mempunyai ciri khas urat daun yang mencolok. Contohnya, daun hijau gelap bersama dengan urat putih. Atau, urat daun merah muda. ”Makanya, tersedia yang menyebut nerve plant,” paparnya. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu menilai, perawatan fittonia tak rumit.

Di alam liar, tumbuhan evergreen tersebut tumbuh sebagai penutup tanah di bawah kanopi pohon. Dengan begitu, sementara dipelihara di rumah, fittonia mesti mendapat teduhan. Di kebunnya, Fat pakai atap fiber dilapis paranet untuk mengurangi paparan sinar matahari. ”Kalau kena panas, tanaman akan rebah. Tumbuhnya nggak sebagus kecuali bersama dengan teduhan,” lanjutnya.

Perempuan yang termasuk mengelola pendidikan dan pelatihan Mitra Anggrek Indonesia tersebut menceritakan, fittonia menyukai kelembaban tinggi. Penyiraman mesti dilakukan tiap hari. Karena itu, media tanamnya mesti mampu menyimpan air. Fat merekomendasikan penggunaan coco peat yang dikombinasikan bersama dengan tanah, humus, pupuk kandang, dan sekam.

”Kalau hanya tanah, sangat padat dan memicu perakarannya tidak cukup bagus. Kalau sekam, tidak mampu menyimpan air,” ungkap Fat. Pemberian pupuk termasuk mampu diberikan berkala supaya tanaman semakin subur. Ibu empat anak itu menilai, fittonia termasuk sangat bisa saja ”berubah”. Alias, mengalami mutasi.

Contohnya, tidak benar satu indukan fittonia merah muda miliknya. Daun di bagian bawah mempunyai gabungan hijau-merah muda. Namun, tunas yang baru tumbuh berwarna pink nyaris solid. Hanya bagian tepiannya yang tipis berwarna hijau. ”Biasanya, saya cobalah lagi. Tunas saya tanam, lalu dicermati lagi. Kalau stabil, bermakna anakannya kelak membawa karakter itu,” ungkap Fat.

AGAR FITTONIA TUMBUH SEHAT

Pemupukan mampu dilakukan tiap dua minggu sekali bersama dengan style pupuk standar. Takarannya, 1/8 sendok teh pupuk dilarutkan dalam 1 gelas air. Siram hingga larutan pupuk nampak dari dasar pot.

Untuk membentuk ”rumpun” fittonia yang tumbuh serasi, jangan lupa pemangkasan. Tunas yang dipangkas mampu ditanam lagi di pot baru atau sisi pot yang kosong.
Semaian tunas yang baru ditanam idealnya di letakkan di bawah teduhan ekstra. Misalnya, di bagian bawah rak tanaman. Setelah 2–3 minggu, barulah tanaman siap dipajang.
Untuk daerah yang condong kering seperti di bawah AC, bagian bawah pot fittonia mampu ditambah wadah berisi air supaya suasana tanah tetap lembap.
Bila daun fittonia nampak kekuningan, berarti media tanam sangat lembap supaya frekuensi menyiram mesti dikurangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *