16/06/2021
Beberapa Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

Beberapa Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

Beberapa Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

Beberapa Tantangan Ketika Punya Hobi Bercocok Tanam

Berkebun atau bercocok tanam sesungguhnya menjadi keliru satu hobi favorit sepanjang pandemi Covid-19. Selain mempercantik lingkungan rumah, melindungi tanaman hias terhitung mampu menjadi refleksi yang menghadirkan kesenangan.
Pasang Bola
Sayangnya, berkebun bukanlah kegiatan yang tidak miliki tantangan. Ada banyak “musuh” yang mampu mencuri kesenangan lebih-lebih buat rugi dikarenakan harga tanaman sekarang terhitung enggak murah.

Lantas, apa saja tantangannya? Melansir Smartmoney, yuk simak cerita berasal dari pendiri sekaligus pemilik Ray Garden, Fany Irawan Putri didalam program Belanja Bareng #BanggaLokal.

1. Pengetahuan Tentang Penyakit

Tidak banyak orang mengerti berkenaan penyakit tanaman. Pada selanjutnya hal ini menjadi tantangan tersendiri. Kamu mampu menaikkan pengetahuan berasal dari internet, komunitas, kerabat, atau mengikuti webinar-webinar berkenaan tanaman.

Umumnya, penyakit tanaman disebabkan oleh jamur yang ditandai bersama timbulnya bercak-bercak terhadap daun. Namun tersedia terhitung yang diakibatkan oleh bakteri yang membawa dampak dahan atau tanaman menjadi layu.

2. Jarak Tanaman

Jarak yang rapat bersama tanaman lainnya ternyata tidak cukup baik. Apalagi bila tanamannya berjenis sama, maka penularannya menjadi lebih cepat. Menjaga jarak tanaman menjadi tantangan sulit, lebih-lebih saat lahan yang kita miliki tidak sangat luas. Kecuali kamu rajin merawatnya.

3. Penyakit berasal dari Manusia

Sebab meski jaraknya telah jauh pun penyakit tanaman senantiasa mampu berpindah berasal dari tangan manusia. Jika seseorang memegang tanaman yang sakit, sesudah itu dia memegang tanaman lain yang sehat, maka penyakitnya akan berpindah.

4. Obat Tidak Menyembuhkan

Tantangan berikutnya, proses pengobatan ternyata tidak akan seratus prosen menghalau penyakit. Pengobatan hanya untuk menghimpit laju berkembang biak berasal dari jamur atau bakteri. Namun, tidak hingga membunuh atau menghalau bakteri tersebut. Nah, musim hujan adalah waktunya bakteri berkembang biak.

5. Konsisten didalam Perawatan

Hari ini intens melindungi tapi besoknya enggak? Ya sama saja bohong. Mereka ini kan makhluk hidup juga. Perhatikan sanitasi berasal dari tanaman hias. Jika tersedia daun yang telah mati, sebaiknya langsung dipotong dan dibuang.

Perhatikan terhitung media tanamnya. Apabila telah merasa tumbuh rumput liar, bersihkan supaya tidak menularkan bakteri.

6. Serangga

Ada banyak hama dan serangga yang kerap menyerang tanaman. Misalnya belalang, kutu-kutuan, tungau, ulat, bekicot, dan lain-lain.

Belalang dan ulat umumnya menyerang daun-daunan, namun kutu menyerang pucuk bunga dan daun. Lalu bekicot menyerang anggota akar tanaman dan daun.

Salah satu cara melawan serangga adalah memakai insektisida atau racun serangga. Kamu mampu memakai product insektisida sistemik atau insektisida kontak yang aman.

Insektisida sistemik digunakan bersama cara menaburkan racun ke area akar tanaman. Nantinya racun akan disalurkan ke semua jaringan tanaman. Sedangkan untuk ulat umumnya memakai insektisida kontak yang disemprotkan langsung ke tanamannya. Oya, jangan lupa, berikan pupuk untuk menyeimbangkan zat yang diterima tanaman.

Itu tadi sebagian tantangan dan tips untuk menghadapinya. Yuk, cerdas didalam berkebun.