08/05/2021
Jalan Panjang Mencetak Indukan Murai Batu Trah Juara

Jalan Panjang Mencetak Indukan Murai Batu Trah Juara

Jalan Panjang Mencetak Indukan Murai Batu Trah Juara

Jalan Panjang Mencetak Indukan Murai Batu Trah Juara

Pepatah berkata, ”like father like son”. Atau, ”buah tak jatuh jauh berasal dari pohonnya”. Itu bukan hanya berlaku terhadap manusia, melainkan terhitung terhadap burung berkicau. Dari induk jawara, anakan juara pun sanggup didapat. Panji Winaryo, penghobi burung di Candi, Sidoarjo, udah melakukannya.

RETINA matanya sama-sama berwarna merah. Demikian pula warna bulunya yang kadangkala sama bersama dengan induknya. ’’Gaya tarungnya identik bapaknya (induknya, Red). Kebetulan, namanya terhitung sama bersama dengan bapaknya, Pajero,’’ ungkap Panji selagi ditemui di kediamannya di tepi Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Rabu (27/1).
Bandar Taruhan
Pajero yang dimaksud Panji adalah trotol berasal dari keturunan salah satu gaco andalannya yang udah dibeli salah seorang rekannya. Pajero merupakan satu di antara lima gacoan andalan Panji yang udah dia cetak anakannya.

Selain Pajero, ada yang dinamai Kian Santang, Menthos, Selendang, dan satu lagi tetap diberi inisial F4. Kecuali F4, indukan-indukan murai batu yang dipunyai Panji biasanya pernah menjadi bintang dalam perlombaan kicau burung. Kian Santang, misalnya, yang pernah masuk sepuluh besar lomba burung berkicau Piala Raja di Jogjakarta. Ada pula yang memenangi sebagian lomba di Sidoarjo dan sekitarnya.

Atas basic prestasi burung-burung gacoannya itu, terlihat gagasan Panji untuk mencetak anakan berasal dari induk-induk trah juara itu. Dia memulainya sejak delapan tahun lalu. ’’Awalnya iseng saja, suntuk main di lapangan, idamkan melestarikan turunannya (trah juara),’’ kenang Panji.

Pada awal-awal merintis, pejantan trah juara miliknya dikawinkan bersama dengan betina yang terhitung turunan trah juara. Dia punya pemikiran, semakin bagus indukan betina maka akan semakin bagus pula anakan yang dihasilkan. Bahkan, kualitasnya sanggup melebihi yang dimiliki indukan tersebut.

Persilangan untuk membuahkan anakan berasal dari indukan juara ini tak segampang itu. Bahkan, penjodohannya pun sulit. Semua itu lagi kepada cii-ciri murai batu sebagai burung petarung. ’’Berahinya tinggi,’’ cetus pria 38 tahun itu.

Dia mencontohkan, Kian Santang baru sanggup membuahkan anakan setelah membunuh empat ekor betinanya. Kian Santang baru sanggup berproduksi setelah di betina kelima. Sementara itu, F4 perlu dua ekor betina. Hanya Pajero yang paling cepat, cukup membunuh seekor betina.

Setelah membuahkan banyak anakan berasal dari induk trah juara, bapak dua orang anak itu pun udah punya tip dan trik. Cukup dua faktor. Yakni, makanan dan ketelatenan dalam perawatan. Namun, itu saja belum sanggup dijadikan garansi untuk 100 persen berhasil. ’’Trotol saja tetap rawan. Sudah nangkring, kadang dikarenakan cuaca yang benar-benar ekstrem, empat bulan udah mati terhitung ada,’’ tuturnya.

Soal pemenuhan gizinya, vitamin alami diberikan ke murai batu piaraannya. Dari hasil berbagi bersama dengan sesama pencinta murai batu, dia menentukan vitamin yang berbahan jahe, kunyit, dan kencur yang diblender. Kemudian, ramuan itu dikeringkan dan diberikan kepada jangkrik berjenis cliring. Jangkrik-jangkrik cliring yang udah kenyang itu diberikan ke indukan murai batu itu. Selain jangkrik cliring, ulat hongkong dan ulat kandang terhitung dia berikan.

Begitu pula dikala udah menjadi anakan. Sebagaimana halnya Pajero yang sama bersama dengan anakan dan indukannya, tak tetap kasus tersebut sanggup berjalan terhadap yang lainnya. Dengan kata lain, trah juara anakannya tidak akan 100 persen menjadi kecuali pemiliknya tidak konsisten. ’’Kalau konsisten, enam bulan udah sanggup dicoba hasilnya,’’ klaim Panji. Irama kicauannya terhitung bergantung si pemiliknya.

Di antara murai batu piaraannya, F4 paling panjang durasi penyilangannya. Sudah enam tahun dia habiskan hingga beroleh F4 selagi ini. Mulai mengawinkan murai batu borneo bersama dengan betina sumatera yang lantas membuahkan murai batu Bordan. Nah, murai batu Bordan itu membuahkan F2 setelah disilangkan bersama dengan betina sumatera.

Dari persilangan F2 bersama dengan betina sumatera, lahirlah murai yang dia beri inisial F3. Hasil persilangan betina F3 itu bersama dengan jantan sumatera, jadilah F4. Inisial F4 ini yang diprospek untuk menjadi indukan juara terbarunya.

MERAWAT ANAKAN SUPER

USIA 0–10 HARI

– Enam hari pertama dibiarkan di kandang dan diloloh (disuapi) indukannya. Lalu, dipanen setelah hari ke-7 dan diloloh sendiri.

– Ditempatkan di kandang yang diberi lampu bersuhu 29–30 derajat. Makannya voer untuk murai yang dicampur kroto.

TROTOL (10 HARI–5 SAMPAI 6 BULAN)

– Sudah tidak harus diloloh. Mulai diajarkan makan jangkrik. Itu pun jangkriknya hanya diambil terhadap bagian perutnya. Agar maksimal, dicampur bersama dengan voer dan kroto.

– Penempatannya pun udah dipisah-pisah antara jantan dan betinanya. Sudah menjadi berbunyi.

DEWASA

– Menu makannya sama bersama dengan trotol. Hanya ditambah bersama dengan dijemur tiap pagi dan dimandikan.

– Agar sanggup menirukan bunyi burung-burung lain, di kandangnya ditempeli burung masteran layaknya kolibri ninja, prenjak, platuk, dan cililin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *